Satu jam berkunjung ke Museum Taman Prasasti

˙✧˖°📷 ༘ ⋆。˚

"Di taman ini terlukis peristiwa sepanjang masa
dari goresan prasasti mereka yang pergi,
Di sini pula tertanam kehijauhan yang kita dambakan"
- Letjen (Purn) Ali Sadikin
(photo by : wilsa yohana)

Tak lengkap rasanya tinggal di jakarta jika tidak pernah mengunjungi museumnya. tahun ini, liburan idul adha ku pergi ke museum taman prasasti. sebelumnya, aku udah pernah sih sekilas melihat museum ini dari gmaps sewaktu aku ingin pergi ke monas a.k.a monumen nasional. jujur, penasaran. museum prasasti? kayaknya keren nih, ada peninggalan hindu-buddhanya, pikirku. biar ga merusak ekspektasi ku sama museum ini, aku buka tiktok dan cari gimana sih isinya museum ini.

TETT...TETTT...TOTT...TEETTTT...🎺🎺

Rasa penasaranku terjawab. "OH TERNYATA ISINYA PEMAKAMAN ORANG-ORANG BELANDA!!". iya, ga salah baca kok, isinya pemakaman. aku langsung cuss ke sana. 

(photo by : wilsa yohana)

aku datang ke sini hari jumat masih di suasana libur idul adha. harusnya rame ya, tapi engga sama sekali, wkwk. padahal datangnya sekitar jam 14.30 WIB. 

Untuk parkir kendaraan, langsung parkir pas banget di depan museumnya (ibarat parkir depan teras rumah sendiri, WKWK) beneran lgsg di depan ga ada basement-basement gitu, sempat geli sendiri karna biasanya ada parkir basement atau ya tempat khususnya gitu kan. GRATIS.

Waktu udah beli karcis masuk, ada 2 orang cewe yang keluar museum, tinggallah aku dan adikku di museum itu. literally, kita di dalam museum itu cuma berdua HHHHH..

(photo by : wilsa yohana)

suasananya sepi banget. kalo di mall grand indonesia se-sepi ini udh betah bet nongkrong seharian. keliling kiri-kanan pemandangannya batu nisan orang-orang belanda zaman dulu. jadi, dulunya ini pemakaman yang dibuat oleh pemerintah belanda dan aktif dari tahun 1700an-1900an. hingga akhirnya di tahun 1975, pemakamannya ditutup untuk umum dan dijadiin museum.

sebelum dijadiin museum, makam-makamnya digali dan tulang-tulang yg tersisa diserahkan ke ahli waris untuk dimakamkan lagi sama mereka. nah sisanya, dipindahkan ke makam menteng pulo dan tanah kusir. aku rasa sih biar museumnya ga horor aja, wkwk.

selain batu nisan orang belanda, ada juga makam aktivis terkenal, soe hok gie. lalu, ada peninggalan patung-patung malaikat ala eropa banget di setiap sudut museum ini, trus ada kereta pengangkat jenazah ala eropa dan peti mati bapak proklamator kita (peti mati yagesya).

perasaan waktu masuk ke museum ini ga ada takut sih cuma lebih ke "HAH.. beneran nih sepi bgt?" sepi dalam artian minim pengunjung. kalo orang yg jaga sih rame, sekitaran situ juga banyak warga jadi ga ngerasa sendiri. suasana sepi adem banyak pohon cocok buat piknik tapi aneh aja ga sih ngapain makan minum nongkrong di kuburan. mengelilingi museum itu juga ga sampe satu jam. satu jam kurang rasanya udah cukup, kecuali kalo mau chit-chat sama pengurus museum.


HTM museum taman prasasti termasuk murah bgt juga

Dewasa : Rp5000;

Mahasiswa : Rp3000;

Pelajar : Rp2000;

senin museumnya tutup (funfact: sebagian besar museum di jakarta emg tutup senin)

buat aku sih, museum taman prasasti ini jadi pengalaman baru yg menyenangkan ya karna kapan lagi wisata kuburan berkedok museum, WKWK. ditambah lagi, aku jadi sadar bgt oh museum ini nih jadi salah satu pengingat kalo kita emg nyata dijajah sama belanda. this is a recommended place guys, apalagi buat yang cinta sejarah.

jadi, kalo ada waktu luang, mampir sini aja, hitung-hitung sekalian nambahin konten buat instagram, hihi.